THE WHITE CASTLE

Novel ini ditulis Oleh Orhan Pamuk Sebuah buku eksotis yang mengasyikkan tentang sakitnya melakukan intropeksi diri.

Cerita ini berkisah tentang kehidupan seorang asal venesia yang konon menjalani hidupnya menjadi seorang budak di istanbul Turki pada sekitar abad ke 17. Karena pengetahuannya yang luas, sang tuan yang sangat mirip dengan nya berusaha dengan segala cara menggali semua pengetahuan sekaligus menguras semua pengalaman hidup sibudak. Tuan dan budak harus mengarang banyak cerita ajaib dan menafsirkan mimpi sultan yang mereka abdi, termasuk merancang senjata pamungkas yang hebat.Ketika senjata aneh yang dianggap pembawa sial itu gagal menaklukkan istana putih, kehidupan mereka pun terancam terutama si budak kafir itu. Pertukaran jati diri diantara keduanya, yang terjadi disepanjang kisah, diungkapkan secara unik dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah menjalani kehidupan orang lain bisa membuat kita bahagia.

download ebooknya........

READ MORE - THE WHITE CASTLE

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Kisah-Kisah Teladan

MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH
Download Ebook Tentang Kisah-Kisah Teladan

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."
Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."
Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.
Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.
Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia. 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."



Masih Banyak lagi cerita dalam ebook ini.... sekitar seratusan cerita yang bertemakan tentang ketauladanan...

Download Ebooknya........
READ MORE - Kisah-Kisah Teladan

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Burung Beok dan Celana Dalam


Konon ada seekor burung beok yang sangat pintar bicara. Sakin pintarnya, tiap ada orang yang lewat disapanya.
Suatu ketika lewatlah seorang janda kembang incaran para om-om.

Hari pertama ia lewat, burung beok itu berkata: ”Merah, merah, merah...”
Sang janda pun heran. Kok burung itu bisa tau kalau celana dalam saya warna merah.

Hari kedua burung itu bicara; ”Biru, biru, biru....”
Sang jnada bertambah heran. Karena celana dalamnya pas lagi warna biru.

Hari ketiga pun beok itu berkata lagi saat sang janda lewat: ”Kuning. Kuning, kuning...”
Maka sang janda lebih heran lagi. Kok dia bisa tau ya...??

Lalu hari ke empat. Sang janda pun cari akal supaya si burung beok itu tidak tau lagi warna apa celana dalam yang dipakainya. Sang janda mencoba tidak memakai celana dalam saat dia mau lewat di depan rumah pemilik burung beok. Lalu sang janda pun berjalan pelan-pelan sambil senyum-senyum, karena dia yakin beok itu tidak lagi tau warna celana dalamnya.

Saat sang janda lewat. Beok itu memandangnya sambil menerawan dan berfikir. Kemudian beok itu menyapa; ”Keriting, keriting, keriting....”
Sang janda: ”Ah.... !!!???”

Disari Dari Berbagai Sumber
READ MORE - Burung Beok dan Celana Dalam

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Mayat Naik Ojek


Malam telah larut. Rumah makin tenggelam dalam kesunyian. Pasien yang tengah terbaring di kamar sudah tak tahan menghadapi rasa sakit. Lalu sang penderita pun akhirnya menghadap Ilahi. Menjelang subuh, keluarga si penderita terkejut setelah melihat terbaring kaku di atas ranjang. Lalu sang keluarga yang menjaga menangis sedih. Sang keluarga yang menjaga pun menelpon seluruh keluarganya. Lalu kebetulan yang datang orang penakut semua. Setelah tiba waktunya sang mayat akan dibawa ke kuburan, semua yang ada di sana tidak ada yang berani. Lalu mereka pun saling tunjuk menunjuk. Tidak ada yang mau mengangkatnya dan membawanya ke tempat pemakaman. Lama kemudian. Sang mayat yang masih terbaring dalam keranda, mulai emosi mendengar keluarganya yang penakut semua. Lalu sang mayat pun mengambil kesimpulan. Dia langsung bangun dan berkata, ”Tidak usah ada yang bawa saya, mending saya naik ojek dari pada nunggu orang penakut seperti kalian semua...” ”,,,...!!???” Disari Dari Berbagai Sumber
READ MORE - Mayat Naik Ojek

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Murka Yang Tak Terelakkan


Hari itu mentari seakan membakar kulit. Garang sekali. Tak pandang sahabat. Keluarga. Atasan. Apalagi orang-orang kecil yang tak mampu melawan dan melindungi diri dari sengatan panasnya. Marah mungkin. Akupun merasakannya. Pepohonan yang dulu menjadi teman akrabku, yang selalu melindungi. Kini juga tak mampu menghalanginya. Pohon pun tak kuasa menepis sihir-sihir debu yang semakin hari makin juga kejam.

Aku perhatikan tumbuh-tumbuhan, dia semakin layu. Lesuh. Dan juga mungkin lelah dan kehausan oleh belaian kasih-sayang. Sangat rindu. Jarang lagi hadir sosok idaman dan pahlawan hidupnya. Sang pangeran hujan jarang lagi menghampirinya. Tak ada lagi siraman kasih sayang. Elusan mesrah dan sejuta perhatian hanya tinggal masa lalu. Dia mati dalam keadaan kelaparan. Tak pernah ada perhatian dari makhluk sekelilinnya.

Aku alihkan pandangan. Kutatap dalam-dalam. Aku lihat kepalanya sudah mulai gundul. Bahkan bulu-bulunya yang lain sudah hampir tercukur. Lalu aku bertanya padanya.

”Apa yang membuat rambutmu mulai berguguran?”.

“Aku dicukur terpaksa oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab. Aku tak kuasa melarangnya. Walau majikanku telah melarangnya, tapi mereka tak pernah mendengar”.

”Lalu? apa yang akan kamu lakukan untuk memberi pelajaran pada mereka?”.

”Aku tidak mau lagi menjadi budak mereka. Aku tak mau bekerja menghasilkan air lagi. Bahkan kalau mereka tak mau berhenti mengeksploitasi diriku, aku akan menghajarnya jika kemarahanku sampai pada puncaknya”.

Akupun teringat akan dirinku. Rasa sakit yang aku derita semakin parah. Aku sesekali memberinya peringatan padanya. Namun mereka tak juga kapok mengeruk kekayaanku. Badan ini sakit terasa dibacok kiri kanan. Mereka tak pernah memperhatikan kesejahteraanku. Habis manis sepah dibuang. Itulah mungkin kata yang cocok dengan keadaan yang aku alami.

Sungguh kejam manusia. Begitu dalam benakku. Mereka merobek kulitku. Lalu mengambil daging-dagingku. Bahkan sampai pada urat nadiku dibobolnya. Sehingga darah mengalir tiada henti. Mereka berusaha menutupnya. Namun itu tak mampu mereka sembuhkan.

Yang paling membuat aku geram melihat ulah mereka adalah ketamakan. Sampai-sampai mereka menggali dan mencari harta karun sampai pada perutku. Aku tak tahan. Sehingga aku muntah dan membuat manusia lain menderita. Tapi itu salah mereka. Mengapa tidak memperingati sesamanya untuk tidak semena-mena.

Aku juga memperhatikan para penguasa. Mereka terlihat sibuk dengan urusan-urusan pribadi yang berkedok umum demi popularitas. Mereka hendak menjual rakyat kecil. Kaum marjinal hanyalah menjadi umpan utuk mendapat ikan-ikan besar.

Namun rakyat kecil pun terlihat senyum dengan permainan-permainan para penguasa. Mereka menikmati ketidak tahuannya. Iming-iming baginya sudah lebih dari cukup. Kalaupun mereka tahu akan dirinya yang sedang tidak mendapat perlakuan adil. Mereka hanya bisa diam dan pasrah. Tak pernah ada keberanian yang melawan ketidak adilan dan kesemena-menaan. Diamlah yang menjadi andalan mereka.

Kalau aku perhatikan semuanya. Aku seakan ingin meledak saja. Supaya tak ada lagi benih yang tumbuh macam itu. Aku impikan semuanya dapat diganti dengan manusia yang lebih mulia. Perhatian dan penuh cinta serta kasih sayang. (***)

Gowa, 1 November 2009

READ MORE - Murka Yang Tak Terelakkan

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati